Oleh : Albert Zhu - Commercial Team Leader TOP1
(Kamis, 9 November 2006, 16:47 WIB)
Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosonglalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri. Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini."Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.
Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.
Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini,"Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda. Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University. Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja"komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia.
Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama. Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.
Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagaiketerbatasan.
BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !
Semoga dapat memacu kita untuk berkarya dimanapun .......
Albert Zhu
Commercial Team Leader TOP1
Email : albert@topindo.co.id
Save a tree. Don't print this e-mail unless it's really necessary
Wednesday, January 03, 2007
Monday, January 01, 2007
Studi: Sebagian besar pelamar kerja bohong dalam CV-nya
Meski telah ditulis bahwa keterangan atau data pribadi yang tercantum dalam daftar riwayat hidup (CV) dibuat sebenar-benarnya, tapi tak sedikit dari pelamar kerja itu mencantumkan keterangan palsu alias berbohong dalam CV mereka.
Hal itu dilakukan sebagian besar pelamar kerja karena mereka menganggap perusahaan dimana mereka melamar kerja, tidak akan memeriksa secara detil data-data tersebut.
Satu dari tiga pelamar kerja, dari sekitar tujuh juta pelamar kerja, mengaku telah menuliskan data palsu tentang kualifikasi, ketertarikan selama waktu luang, atau juga pengalaman kerja sebelumnya.
Survei yang dilakukan oleh CV Validation.com itu menemukan bahwa satu dari lima dari 1.000 pekerja yang diwawancarai, telah melakukan pemalsuan keterangan dan data.
Beberapa pelamar mengatakan mereka biasanya memalsukan keterangan kelakuan baik, sejarah pendidikannya atau pekerjaan sebelumnya, demikian dilaporkan ananova.
Para manajer yang disurvei oleh CV Validation.com mengatakan mereka seringkali percaya pada insting mereka bahwa pelamar itu jujur.
Sepertiga dari 350 manajer yang diwawancarai mengatakan mereka tidak mengecek kembali latar belakang pelamar sebab hal itu akan membuang-buang waktu.
Mark Castle, managing director CV Validation.com mengatakan bahwa jika sebuah perusahaan memiliki kebijakan untuk mengecek secara teliti data CV pelamar kerja, maka perusahaan itu akan menghemat uang karena mereka terhindar dari kemungkinan karyawan baru yang dipekerjakan itu melakukan tindakan penyelewengan uang perusahaan atau hal-hal yang tidak jujur lainnya.
"Bagi mereka yang berbohong dalam CV-nya, maka nantinya mereka akan membuat masalah bagi perusahaan yang menerimanya, " katanya.(trm/*/satunet)
Sumber : http://www.gloriane t.org/lowongan/ arti-003. html
Hal itu dilakukan sebagian besar pelamar kerja karena mereka menganggap perusahaan dimana mereka melamar kerja, tidak akan memeriksa secara detil data-data tersebut.
Satu dari tiga pelamar kerja, dari sekitar tujuh juta pelamar kerja, mengaku telah menuliskan data palsu tentang kualifikasi, ketertarikan selama waktu luang, atau juga pengalaman kerja sebelumnya.
Survei yang dilakukan oleh CV Validation.com itu menemukan bahwa satu dari lima dari 1.000 pekerja yang diwawancarai, telah melakukan pemalsuan keterangan dan data.
Beberapa pelamar mengatakan mereka biasanya memalsukan keterangan kelakuan baik, sejarah pendidikannya atau pekerjaan sebelumnya, demikian dilaporkan ananova.
Para manajer yang disurvei oleh CV Validation.com mengatakan mereka seringkali percaya pada insting mereka bahwa pelamar itu jujur.
Sepertiga dari 350 manajer yang diwawancarai mengatakan mereka tidak mengecek kembali latar belakang pelamar sebab hal itu akan membuang-buang waktu.
Mark Castle, managing director CV Validation.com mengatakan bahwa jika sebuah perusahaan memiliki kebijakan untuk mengecek secara teliti data CV pelamar kerja, maka perusahaan itu akan menghemat uang karena mereka terhindar dari kemungkinan karyawan baru yang dipekerjakan itu melakukan tindakan penyelewengan uang perusahaan atau hal-hal yang tidak jujur lainnya.
"Bagi mereka yang berbohong dalam CV-nya, maka nantinya mereka akan membuat masalah bagi perusahaan yang menerimanya, " katanya.(trm/*/satunet)
Sumber : http://www.gloriane t.org/lowongan/ arti-003. html
Subscribe to:
Comments (Atom)