Meski telah ditulis bahwa keterangan atau data pribadi yang tercantum dalam daftar riwayat hidup (CV) dibuat sebenar-benarnya, tapi tak sedikit dari pelamar kerja itu mencantumkan keterangan palsu alias berbohong dalam CV mereka.
Hal itu dilakukan sebagian besar pelamar kerja karena mereka menganggap perusahaan dimana mereka melamar kerja, tidak akan memeriksa secara detil data-data tersebut.
Satu dari tiga pelamar kerja, dari sekitar tujuh juta pelamar kerja, mengaku telah menuliskan data palsu tentang kualifikasi, ketertarikan selama waktu luang, atau juga pengalaman kerja sebelumnya.
Survei yang dilakukan oleh CV Validation.com itu menemukan bahwa satu dari lima dari 1.000 pekerja yang diwawancarai, telah melakukan pemalsuan keterangan dan data.
Beberapa pelamar mengatakan mereka biasanya memalsukan keterangan kelakuan baik, sejarah pendidikannya atau pekerjaan sebelumnya, demikian dilaporkan ananova.
Para manajer yang disurvei oleh CV Validation.com mengatakan mereka seringkali percaya pada insting mereka bahwa pelamar itu jujur.
Sepertiga dari 350 manajer yang diwawancarai mengatakan mereka tidak mengecek kembali latar belakang pelamar sebab hal itu akan membuang-buang waktu.
Mark Castle, managing director CV Validation.com mengatakan bahwa jika sebuah perusahaan memiliki kebijakan untuk mengecek secara teliti data CV pelamar kerja, maka perusahaan itu akan menghemat uang karena mereka terhindar dari kemungkinan karyawan baru yang dipekerjakan itu melakukan tindakan penyelewengan uang perusahaan atau hal-hal yang tidak jujur lainnya.
"Bagi mereka yang berbohong dalam CV-nya, maka nantinya mereka akan membuat masalah bagi perusahaan yang menerimanya, " katanya.(trm/*/satunet)
Sumber : http://www.gloriane t.org/lowongan/ arti-003. html
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment